Home Teras Bisnis Kembali Marak, Pedagang Ikan Cupang Raih Omset Rp1,5 Juta Sehari

Kembali Marak, Pedagang Ikan Cupang Raih Omset Rp1,5 Juta Sehari

- Advertisement -

Indramayu, Teraspendopo.com – Tren ikan cupang yang sempat meredup sekian lama, kini bergairah kembali. Belakangan banyak pehobi baru dalam memelihara ikan cupang mulai bermunculan.

Ikan cupang merupakan ikan air tawar yang habitat asalnya sudah tersebar di beberapa negara di Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Vietnam.

Jenis ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik namun cenderung agresif dalam mempertahankan wilayah habitatnya. Pantas saja ikan tersebut masuk kedalam kategori sebagai ikan aduan.

Selain bentuknya yang unik, terutama di bagian ekor dan sirip, perangainya yang garang membuat ikan cupang bisa dikategorikan ikan yang punya kelas. Ikan cupang sendiri ada tiga jenis, yaitu cupang hias, cupang aduan dan cupang liar. Selain hobi atau disebut dengan istilah ‘nyupang’ yang bertujuan untuk dipelihara, ikan cupang juga bisa dipakai sebagai alat untuk berinvestasi.

- Advertisement -

Iksan (37) salah satu pedagang ikan hias di Desa Sindang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu mengaku omsetnya mulai naik akhir-akhir ini. Ia menjual beraneka ragam ikan hias, namun yang paling laris saat ini adalah ikan cupang. Peminatnya mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Harga ikan cupang yang dijual Iksan sangat variatif. Ada yang hanya dijual di angka ribuan, ada pula yang mencapai jutaan.

“Omset saya sehari bisa mencapai sekitar 1,5 juta. Apalagi ada yang membeli cupang jenis Avatar”, papar Iksan di kiosnya pada Sabtu (2/1/2021) pagi.

Ya, cupang jenis Avatar ini harganya lumayan mahal. Rata-rata dibanderol pada kisaran harga diatas satu juta.

- Advertisement -

“Sekarang cupang sudah ngetren lagi karena pandemi Covid-19. Memelihara ikan cupang bisa sebagai sebagai alternatif bisnis yang cukup menggiurkan”, sambungnya.

Iksan berharap ikan cupang bisa tetap booming di tahun 2021. Sehingga ia masih bisa meggantungkan pencarian nafkah melalui berjualan ikan warna-warni dengan ekor panjang yang berukuran kurang dari 10 cm ini.

- Advertisement -
Boni Tabroni
Alumni Fakultas Hukum yang gemar menulis dan mendokumentasikan sesuatu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments