HomeTeras BisnisTindak Pidana Kasus Sindikat Pencetak dan Peredaran Uang Palsu Senilai 11 Miliar...

Tindak Pidana Kasus Sindikat Pencetak dan Peredaran Uang Palsu Senilai 11 Miliar di Indramayu Terjerat Hukuman Penjara

Indramayu, Teraspendopo.com – Pengadilan Negeri Indramayu menggelar sidang putusan secara virtual terhadap kasus pencetakan dan pengedaran uang palsu senilai 11 Miliar. Sidang tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim, Fatchu Rohman yang diselenggarakan di salah satu ruang sidang Pengadilan Negeri Indramayu (7/10/21).

Menurut hasil sidang, terdapat empat orang terdakwa yang terbukti secara sah melakukan tindak pidana pencetakan dan peredaran uang palsu. Empat orang tersebut yakni, Lailul Gufron dan Imam Kudori sebagai pencetak, sedangkan Samsudin dan Cariyah sebagai pengedar uang palsu. Diketahui uang palsu senilai 11 Miliar dicetak dan diedarkan di Indramayu tersebut berupa pecahan seratus ribu serta terdapat uang dollar Amerika dan juga Kanada.

“Perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat dan melanggar program pemerintah untuk memberantas peredaran uang palsu serta dapat memperbutuk perekonomian Negara dalam masa pandemic Covid-19” ungkap Ketua Majelis Hakim.

Akibat perbuatannya, keempat terdakwa dikenakan pasal 36 ayat 3 Undang-undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Ketua Majelis Hakim memutuskan menjerat keempat terdakwa dengan tuntutan, yakni Lailul Gufron divonis 12 tahun penjara dengan denda 10 Miliar subsider 6 bulan, Samsudin divonis 9 tahun penjara dengan denda 2 Miliar subsider 4 bulan, Cariyah divonis 6 tahun penjara dengan denda 1 Miliar subsider 2 bulan, dan Imam Kudori divonis 8 bulan penjara dengan denda 1 Miliar subsider 1 bulan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments