HomeTeras DaerahTercemar Limbah Pertamina, Ratusan Petani Tambak Blokir Jalan

Tercemar Limbah Pertamina, Ratusan Petani Tambak Blokir Jalan

Indramayu, Teraspendopo.com Ratusan warga Desa Lamarantarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, yang mengatasnamakan Asoisasi Wirausaha Petani Tambak Waledan (AWPTW) dan didampingi oleh Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) melakukan aksi unjuk rasa di lokasi pengeboran minyak ASB I di Blok Waledan, Selasa (6/4/2021).

Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes warga setempat kepada pihak ASB I, karena limbah yang dihasilkan dari aktifitas tersebut telah mencemari tambak milik warga sekitar.

Selain berorasi, warga juga menutup akses masuk menuju proyek pengeboran minyak. Dalam aksi unjuk rasa tersebut warga menuntut ganti rugi yang dialami warga pemilik tambak selama aktifitas itu berjalan.

Darweni, selaku ketua korlap aksi mengeluhkan tingginya pencemaran limbah dari aktivis pengeberonan minyak tersebut, sehingga membuat tidak hanya jalan saja yang rusak, tetapi para petani tambak dikeluhkan dengan matinya beberapa ikan yang sudah di ternak pada tambak tersebut.

‚ÄúDari bulan Januari 2020, kita hanya dijadikan bola liar, semua pihak menyatakan bahwa mereka bukan pemangku kebijakan, semuanya hanya mengatakan menjembatani,” terangnya.

Darweni berharap pertamina mau bertanggung jawab dengan segala kerugian yang ia alami.

Sementara, H. Juhadi yang mendampingi aksi warga dan merupakan salah satu pengusaha tambak menyampaikan, bahwa aksi yang mereka lakukan dirasa sia-sia, sebab kata dia semua yang berwenang tidak menghadiri saat warga setempat melakukan aksi unjuk rasa.

“Jadi tidak ada keputusan yang menggembirakan masyarakat petani tambak yang ada di Desa Lamarantarung ini,” katanya.

Ia menambahkan, bahwa kedatangan masyarakat petani tambak hanya untuk meminta kepastian dari pihak pertamina, menurutnya jika pihak pertamina tidak memenuhi tuntutan masyarakat, maka aksi tersebut akan berlanjut sampai ada keputusan dari pihak pertamina.

“Yang penting kita sebagai masyarakat tidak ingin dirugikan seterusnya, artinya ketika itu belum ada keputusan yang konkrit maka masyarakat akan menduduki dan menyetop aktifitas tersebut,” sambungnya.

Dalam hal ini, ia menyebut tuntutan masyarakat adalah ganti rugi atau kompensasi dari pihak pertamina, sebab para petani tambak dirugikan akibat limbah yang mencemari tambak masyarakat sekitar.

“Tadi tidak ada pernyataan atau statmen apa pun dari pihak pertamina, kita hanya nunggu hasil uji lab (laboratorium, red.), sementara lab-nya sudah setahun belum ada keputusan atau hasil,” ucapnya.

H. Juhadi mengungkapkan pokok permasalahan yang terjadi adalah banyaknya ceceran minyak yang memasuki empang masyarakat, sehingga ikan dan udang banyak yang mati yang mengakibatkan masyarakat sering mengalami gagal panen.

“Itu merupakan menjadi penghasilan dan penghidupan bagi masyarakat petani tambak, kalau penghasilan itu hilang penghasilan kita dari mana lagi,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, ia menuntut kepada pihak pertamina untuk merealisasikan ganti rugi yang dialami masyarakat petani tambak di Desa Lamarantarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu.

Masih ditempat yang sama, Warjaya salah satu peserta aksi mengungkapkan, dari tanggal 14 Januari 2020 hingga saat ini ceceran limbah yang mengabitkan gagalnya panen para petani tambak belum ada tindakan yang berarti dari pihak terkait.

“Saya sudah tempuh dari Januari 2020 sampai sekarang belum ada kepastian,” ungkapnya.

Ia menuturkan, bahwa pihaknya sudah melakukan dialog dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Indramayu, namun kata dia pihak DLH hanya menjanjikan hasil uji LAB saja, sedangkan menurutnya hingga saat ini hasil uji LAB masih belum ada kejelasan.

Ia mengatakan, sebagi wakil dari masyarakat menginginkan pihak pertamina memberikan kepastian kepada masyarakat petani tambak.

“Kami memblokir aktifitas pertamina, dengan cara menutup jalur utama ke lokasi pengeboran minyak, supaya yang bertanggungjawab bisa hadir dan menyelesaikan permasalan ini, sebelum ada pertanggungjawaban yang pasti, kami akan terus melakukan aksi blokade jalan,” tegasnya.

Ia berharap, agar pemerintah secepatnya menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh masyarakat petani tambak desa tersebut.

Dengan adanya aksi massa tersebut, pihak pertamina tidak ada yang hadir untuk memberikan penjelasan, sehingga peserta aksi memutuskan untuk membubarkan diri dan memilih untuk memblokade akses jalan yang menuju ke lokasi pengeboran minyak ASB I.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, masyarakat petani tambak mendirikan tenda dan menaruh batang pohon di aeral sekitar, guna menyetop jalur utama menuju lokasi pengeboran minyak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments