Home Teras Nasional Resmi, Indonesia Resesi! Inilah Penjelasannya

Resmi, Indonesia Resesi! Inilah Penjelasannya

- Advertisement -

Jakarta – Resmi, Indonesia resesi. Setidaknya dua kata itulah yang bisa menjelaskan pernyataan Kepala Biro Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, dalam konferensi pers virtual, pada Kamis (5/11/2020) pagi ini.

Suhariyanto menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi negara ini pada kuartal III tahun 2020 mengalami minus 3,49 persen. Meskipun pertumbuhan ini lebih baik dibandingkan kuartal II tahun 2020, namun ketika dua kuartal pertumbuhannya minus, Indonesia tetap dicap resesi.

“Pada kuartal II tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai minus 5,32 persen. Meski ada kenaikan, namun tren kontraksi ekonomi masih berlanjut. Sehingga angka pertumbuhan yang masih minus terus tercatat,” ungkap Suhariyanto.

Resesi ekonomi langsung disematkan pada Indonesia mengingat pada dua kuartal berturut-turut mengalami pertumbuhan yang minus. Kondisi ini bahkan sudah diperdiksi oleh banyak pihak, termasuk Presiden Joko Widodo sendiri.

- Advertisement -

Pada kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/11/2020), Jokowi menyampaikan Indonesia bakal mengalami resesi. Dua hingga tiga hari kemudian, ia juga menyatakan BPS akan mengumumkan pertumbuhan yang minus itu.

Indonesia menyusul 18 negara lain yang sudah lebih dulu mengalami resesi akibat pandemi Covid-19. Di kawasan Asia Tenggara ada Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Sementara itu negara-negara maju seperti Korea Selatan, Hong Kong, Jepang, Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Spanyol, Polandia, Swiss, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Brazil juga mengalami kondisi yang sama.

Apa Itu Resesi Ekonomi?

Para ahli menyatakan resesi ekonomi terjadi ketika perekonomian suatu negara produk domestik bruto (PDB) yang negatif, tingkat pengangguran yang naik tajam, penjualan ritel sepi, serta ukuran pendapatan dan manufaktur menyusut dalam jangka waktu yang lama. Ukuran jangka waktu ini sering memakai ukuran dua kuartal atau selama enam bulan.

Resesi ekonomi ini akan berdampak pada beberapa hal, diantaranya masyarakat akan kehilangan pendapatan, menurunnya daya beli masyarakat, nilai saham akan menurun bahkan mungkin terjun bebas, kurs dolla tidak stabil, dan suku bunga mengalami penurunan.

- Advertisement -

Sebagai bagian dari warga negara dan masyarakat, mau tak mau Anda akan kebagian juga dampak dari resesi ini. Untuk itulah Anda mesti mempersiapkan perlindungan terhadap sumber penghasilan, punya dana cadangan, menahan pengambilan kredit, dan tetaplah belanja seperti biasa agar perekonomian tetap tumbuh.

Banyak pihak menilai resesi ini tidak akan menjadi depresi ekonomi yang berakibat fatal. Sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah bersama masyarakat untuk tetap optimis dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

- Advertisement -
Ashabul Kahfi
Penulis di Teras Digital Media Nusantara. Pembaca dari semua buku, santri semua kiai, dan murid dari semua guru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments