HomeTeras NasionalRepdem Tuding Menteri yang Impor Garam Hanya Berburu Rente

Repdem Tuding Menteri yang Impor Garam Hanya Berburu Rente

- Advertisement -

Indramayu, Teraspendopo.com Banyak pihak menolak rencana impor garam oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebanyak 3 juta ton. Mereka menuduh menteri yang menyetujui impor garam tersebut merupakan pemburu rente.

Salah satu pihak yang melakukan kritik dengan keras adalah Heri Wahyu Hartono, aktivis Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem). Pria yang tinggal di Indramayu ini mengecam keras dan menyarankan Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi para menteri yang gemar mengimpor bahan pangan.

“Kemarin ada kementerian yang impor beras, sekarang ada lagi yang mau impor garam. Ini tabiat yang sudah mendarah daging. Seharusnya dicari solusi dari keterbatasan itu dari hulu ke hilir. Bukan membuat solusi instan dengan melakukan impor,” ungkap Heri kepada media di Indramayu, Sabtu (20/3/2021).

Seharusnya, menurut Heri, para menteri ini bisa memperbaiki keterbatasan pangan dengan memperbaiki lini strategis dibawah naungannya. Misalnya untuk memperbaiki ketersediaan garam bisa dengan mnelakukan pembangunan pabrik garam dengan biaya yang terjangkau.

- Advertisement -

“Kalau hanya memenuhi stok dalam negeri, membangun pabrik garam di berbagai lokasi bisa menjadi jalan keluar. Bukan dengan impor,” tegas Heri.

Indonesia ini, tambah Heri, memiliki semua instrumen untuk membangun pabrik garam. Cuma, katanya, ada satu instrumen yang tidak ada di Indonesia, yakni niat baik dan kemauan dari para pembantu presiden ini.

“Kalau masih ada menteri yang gemar berbisnis dan hanya memikirkan rente saja, sebaiknya kebijakan mereka patut diwaspadai. Repdem berharap Presiden Jokowo segera mencopotnya dari kabinet,” papar Heri.

- Advertisement -
Akhmad Syaefullah
Akhmad Syaefullah merupakan founder Teraspendopo.com yang juga penggemar pedesan enthog. Pernah ngalap berkahnya kyai Lirboyo selama beberapa tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments