HomeTeras DaerahPJB PLTU Indramayu Respon Cepat Keluhan Nelayan Sukahaji

PJB PLTU Indramayu Respon Cepat Keluhan Nelayan Sukahaji

Indramayu, Teraspendopo.com Nelayan tradisional Desa Sukahaji Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat keluhkan aktivitas kapal angkut batu bara untuk PJB PLTU Indramayu. Hal ini di ungkapkan Ketua TPI Putra Darma Ayu Haji Muhamad Tamrin saat pertemuan dengan pihak PJB PLTU, di ruangan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, Selasa (15/5/2021).

Menurut Haji Muhamad Tamrin, dengan adanya aktivitas kapal angkut batu bara untuk PJB PLTU Indramayu membuat area tangkap nelayan tradisional berkurang, yang berdampak pada hasil tangkap ikan dan perekonomian nelayan tradisional pun semakin terpuruk.

“Di darat kami memang bukan ring satu, tapi untuk area penangkapan atau laut kami ring satu. Karena adanya aktivitas kapal pengangkut batu bara untuk PJB PLTU, hal ini mengakibatakan area tangkap nelayan tradisional berkurang, sehingga penghasilannyapun secara otomatis berkurang. Ini terlihat dari hasil tangkap ikan di TPI Putra Darma Ayu,” terang Tamrin.

Mendengar keluhan nelayan tradisional soal aktifitas kapal angkut batu bara, Okky Kusuma, Humas dan juga Supervisor CSR PJB PLTU Indramayu langsung merespon cepat keluhan dan keinginan para nelayan.

Menurutnya, keluhan masyarakat tersebut disebabkan kurangnya komunikasi dan koordinasi kedua belah pihak, dan ia menyarankan kepada nelayan agar mengajukan proposal CSR untuk mengurangi kerugian akibat dampak dari aktivitas kapal angkut batu bara PJB PLTU.

“Kita mengakui kurang komunikasi kepada nelayan Sukahaji, terkait dengan CSR nanti nelayan akan mengajukan proposal, untuk perkerjaan di laut nanti kita koordinasi, kita akan meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan nelayan desa sukahaji,” kata Okky usai acara pertemuan dengan perwakilan nelayan.

Pada pertemuan tersebut turut dihadiri pula Akir SH mewakili Syahbandar Indramayu, Lembaga Pemerintahan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan penegakan hukum di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran, koordinasi kegiatan pemerintahan di pelabuhan serta pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan pada pelabuhan yang diusahakan secara komersial.

Pada pertemuan itu, terkait aktivitas kapal angkut batu bara untuk PJB PLTU Indramayu, Akir menyampaikan, agar tidak ada dampak pada lingkungan masyarakat setempat dan pihak PJB PLTU menyiapkan sarana dan prasarana atau fasiltas.

“Ada pengawasan khusus, pihak PJB PLTU harus menyiapkan sarana prasarana atau fasilitas, jangan sampai ada dampak pada lingkungan masyarakat setempat, area tangkapan untuk nelayan tradisional/kecil, kami aparat pemerintah hanya pembina,” tegas Akir.

Pertemuan Nelayan Tradisional dan pihak PJB PLTU Indramayu tersebut difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup Indramayu, dan dipimpin Lutfi Kabid DLH Indramayu.

Pada pertemuan itu, Lutfi mengatakan pihak DLH membuka pintu komunikasi PJB PLTU dan Nelayan Tradisional, dan berharap akan ada manfaat untuk masyakarat dan kemajuan Indramayu.

“harus ada Suatu kepedulian kepada masyarakat sukahaji soal aspek kelautan, intinya dalam rapat hari ini saya buka selebar- lebar pintu komunikasi antara masyarakat sukahaji dengan PJB PLTU. Mudah- mudahan nanti akan ada kesimpulan, dan manfaat kepada masyarakat, dan untuk kemajuan Indramayu,” kata Lutfi.

Pertemuan pada hari itu dikawal langsung Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Nelayan Tani Indonesia (DPC GNTI) Indramayu Ahmad Saefullah.

Pada kesempatan itu, Ahmad Saefullah menyampaikan, PJB PLTU Indramayu, setiap melakukan kegiatan yang berpotensi mengganggu nelayan tradisional sebaiknya dibicarakan atau disosialisasikan terlebih dahulu kepada seluruh masyarakat nelayan yang berpotensi terdampak, dan siapkan jaring pengaman sosial untuk mengurangi dampak ekonomi yang dialami nelayan tradisional di sekitar laut atau pantai PLTU.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments