Setyowati Anggraeni
Ono Surono
Home Teras Daerah Empat Penerima Bansos di Balongan Laporkan Dugaan Penggelapan
Setyowati Anggraeni

Empat Penerima Bansos di Balongan Laporkan Dugaan Penggelapan

- Advertisement -

Indramayu – Empat ibu-ibu mendatangi Kantor Polsek Balongan, Indramayu pada Senin (26/10/2020) siang. Mereka melaporkan dugaan penggelapan dana bantuan sosial (bansos) yang dilakukan oleh mantan Pendamping Bantuan Sosial.

Ibu-ibu yang berinisial Car, Ra, Dr, dan Ram tersebut merupakan penerima bansos di wilayah Desa Sudimampir, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. Mereka mengakui kartu ATM bansos yang seyogyanya dipegang pemiliknya masing-masing justru berada di tangan mantan pendamping tersebut.

“Kami tidak memegang kartu ATM, karena diminta oleh ketua kelompok yang kemudian diserahkan kepada pendamping itu,” ungkap Dr.

Menurut pengakuan Dr, dirinya baru mengetahui kalau masih tercantum sebagai penerima bantuan sosial ketika ada pengumuman penerima bantuan sosial Covid-19 di Balai Desa Sudimampir.

- Advertisement -

“Dari situlah kami mengetahui kalau masih ada nama kami sebagai penerima bantuan sosial,” jelas Dr.

Kemudian Dr melakukan pengecekan di Bank BNI’46 Kantor Cabang Indramayu. Berdasarkan riwayat transaksi yang didapatnya, ia mengetahui kartunya masih aktif dan ternyata dipergunakan oleh orang lain. Sebab ada histori penarikan dalam catatan dari bank tersebut.

“Kalau dihitung bersama dengan penerima yang lain, maka ada sejumlah kurang lebih Rp10 juta dari penarikan tersebut dan tidak sampai kepada pemegang kartu ATM,” rinci Dr.

Apalagi, menurutnya, dugaan penggelapan bantuan sosial ini terjadi sejak lama. Karena sejak dirinya diberitahu tidak lagi menjadi penerima bantuan sosial oleh pendamping, kartu ATM itu tidak lagi berada ditangannya. Maka bisa dibayangkan berapa total kerugian yang dialami oleh penerima bantuan sosial tersebut.

- Advertisement -

“Perhitungan tersebut belum termasuk bantuan sembako setiap bulan,” tambah Dr.

Menurut Kapolsek Balongan, AKP Ryan Faisal, melalui Kanit Reskrim Polsek Balongan, Ahmad Yani, terlapor ini dapat dikenai pelanggaran terhadap pasal penggelapan yang ancamannya hingga lima tahun penjara.

“Kami akan meminta keterangan dari berbagai pihak untuk menindaklanjuti laporan ini,” tutup Ahmad Yani.

- Advertisement -
Darto To
Darto adalah seorang pegiat sosial yang menggemari dan masih belajar dengan dunia tulis menulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments