HomeTeras DaerahPemkab Indramayu Pastikan Revisi Surat Edaran Tentang Larangan Mentas bagi Pekerja Seni

Pemkab Indramayu Pastikan Revisi Surat Edaran Tentang Larangan Mentas bagi Pekerja Seni

- Advertisement -

Indramayu, Teraspendopo.com Aksi Damai yang dilakukan oleh Aliansi Seniman Indramayu Bersatu yang digelar di depan gedung DPRD Kab. Indramayu dan Pendopo Indramayu dengan tujuan menyikapi adanya surat edaran Satuan Tugas Covid-19 Kab. Indramayu nomor : 140/ST.COVID19-IM/V/2021, tentang pelarangan kegiatan hiburan dan arak – arakan pada acara hajatan dalam upaya pengendalian penyebaran Virus Covid-19 di Kab. Indramayu, Jumat (28/5/2021).

Aksi yang diikuti oleh ratusan seniman Indramayu itu, menuntut Pemkab Indramayu mengubah surat edaran dari Bupati tanggal 18 Mei 2021 agar memberi kelonggaran bagi para pekerja seni beraktifitas normal kembali serta mempermudah surat perijinan pementasan.

Sudarno salah satu peserta aksi dalam orasinya menyampaikan, pihaknya menuntut untuk kebijaksanaan agar seni dan hajatan diperbolehkan. Menurutnya daya pasar menurun karena orang seni ora due duit sing ana pada dol dolan (tidak punya uang, yang ada pada dijual), ia berharap jangan sampai ada gejolak sosial di warga indramayu.

Sudarno menyebut, dengan dibukanya pasar tradisional cenderung adanya tebang pilih atau diskriminasi, sedangkan hajatan yang ada hubungannya tidak boleh.

- Advertisement -

“Kalau panggung hiburan dibuka dampak ekonomi akan membaik untuk ekonomi menengah, seperti menghidupkan ekonomi tukang seni, tukang rias, tukang dagang kaki lima,” cetus Sudarno.

Sudarno menambahkan, seniman Indramayu memberikan citra yang baik bagi Indramayu.

“Mohon perhatian kepada Ibu Bupati, Wakil Bupati Indramayu, Dandim 0616/Indramayu, Kapolres, DPRD dan Ketua Satgas Covid 19 Indramayu kami mohon apabila kami tidak boleh manggung, berikan kami kompensasi,” tuturnya.

Masih ditempat yang sama, Rusmanto, sang dalang wayang, yang merupakan salah satu anggota Paksi mengatakan, seni itu indah yang di tutup sudah dua tahun yang lalu.

- Advertisement -

“Saya disini tidak minta uang, tidak minta beras, tapi kami minta agar dibuka hiburan bagi orang seni, Mohon keadilan kepada Ibu Bupati, Wakil Bupati Indramayu, Dandim 0616/Indramayu, Kapolres, DPRD dan Ketua Satgas Covid 19 Indramayu, seni ora wedi Covid zona merah tapi seni ngalami zona ngelih (lapar),” keluhnya.

Sementara pihak Pemkab Indramayu, telah memberikan kesempatan bagi para peserta aksi untuk melakukan diskusi, yang diwakili oleh 10 orang yakni, Maulana/Tajwid (SL), Hendrik, Rusendi (LB), H. Lalim (BRI), Alif (fotografer), Masmul (sound/Kasih), Lurah Brondong, Masdi/Kasbi, H. Moh Sidik, Sudarno, dan Hariyanto.

Dalam diskusi itu para perwakilan peserta aksi unsur disambut oleh Forkopimda yaitu, Bupati Indramayu, Hj Nina Agustina, S.H., M.H. CRA, Wakil Ketua DPRD Kab Indramayu, Sdr. Turah, Dandim 0616/Indramayu Letkol Inf Teguh Wibowo, S.Sos., Kapolres Indramayu AKBP Hafidz S Herlambang, S.I K, SH, Asda I setda Indramayu Drs H. Djajang Sudrajat, SH, Asda II Setda Indramayu H. Maman Koestaman, SH, Asda III Setda Indramayu Ir Suwenda Asmita, Kasatpol PP Kab Indramayu, Teguh Budhiarso, S.Sos., M.Si, Kadispora Kab Indramayu, Drs. H. Jaharin , S.Pd, M.Si, dan Kadis DPMD Kab Indramayu Drs Sugeng Haryanto, M.Si.

Pada kesempatan itu, Bupati Indramayu Hj Nina Agustina, SH., MH menyampaikan, tidak ada Pemerintah yang mengharapkan rakyatnya lapar dan tidak ada pemimpin yang rakyatnya binasa akibat wabah pada Pandemi Covid 19.

Menurutnya Covid 19 sudah ada sejak tahun lalu, surat edaran terkait dengan pelarangan kegiatan hiburan dan arak-arakan itu atas dasar perintah dari Presiden RI.

“Kita harus berdamai dengan keadaaan dan mencari solusi bagaimana kegiatan kesenian berjalan, dengan berjalannya Upaya pencegahan penyebaran covid 19,” ucapnya.

Nina berharap, pada dialog ini akan mendapatkan jalan keluar, sehingga pekerja seni dapat mengais rezekinya dan masyarakat Indramayu selamat dari pandemi COVID 19.

Sementara, Perwakilan Aliansi Seniman Indramayu Bersatu (ALSIBER) Sudarno mengatakan, bahwa dengan adanya surat edaran bupati pihaknya dapat memaklumi, dikarenakan situasi dan kondisi pasca jebolnya arus mudik tahun 2021.

Namun ia berharap, adanya kelonggaran untuk para pekerja seni. menurutnya dengan situasi terkini bagi para pekerja seni, diam di rumah bisa mati kelaparan, keluar rumah untuk pentas seni dan pasti dibubarkan.

“Kecemburuan kami terhadap bentuk aktivitas yang berpotensi adanya kerumunan namun hanya Kegiatan bersinggug langsung dengan Pelaku seni yang di bubarkan namun untuk kegiatan lainnya tidak,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Asda II Setda Indramayu, H. Maman kostaman SH, mengatakan, kalaupun nanti Bupati Indramayu memberikan Kelonggaran bagi pekerja seni, diharapkan seluruh komponen dapat bersama – sama untuk melakukan Upaya Pencegahan Penyebaran Virus COVID 19 dengan menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat.

“Berkaitan Dengan tuntutan peserta aksi, Pemerintah Daerah akan melakukan Evaluasi berkaitan dengan surat edaran Pelarangan kegiatan Hiburan dan Arak-arakan pada hajatan, berkaitan dengan Perijinan agar dapat di efesiensikan,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah akan mengubah regulasi surat edaran bupati Indramayu yang dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2021 dan merevisi surat edaran yang akan di keluarkan pada hari rabu 02 Juni 2021.

“Pemerintah daerah akan melaksanakan rapat internal dan para camat se Indramayu untuk membahasa regulasi,” ucap Maman.

Bupati Indramayu dan jajaran Forkopimda memastikan akan mengeluarkan surat Regulasi edaran terbaru pada tanggal 2 Juni 2021 perihal perijinan hajatan disertai hiburan rakyat.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments