HomeTeras DaerahMohamad Afifi: Ini Sejarah Pembangunan Balai Desa Wanantara Yang Sebenarnya

Mohamad Afifi: Ini Sejarah Pembangunan Balai Desa Wanantara Yang Sebenarnya

- Advertisement -

Indramayu, Teraspendopo.com Berawal dari kekecewaan masyarakat Desa Wanantara terhadap kekalahan diperhelatan pemilihan Kuwu tahun 2001, yang mana pada tahun tersebut Desa Wanantara masih tergabung dengan Desa Babadan Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu Propinsi Jawa Barat.

Buntutnya masyarakat Wanantara demo di kantor Kecamatan Sindang menuntut pemekaran, namun di tantang oleh camat Sindang yang dulu H. Casmita untuk membuat Balai Desa sendiri. Akhirnya masyarakat swadaya untuk membangun Balai Desa Wanantara, namun dana yang terkumpul belum mencukupi, sehingga warga sepakat untuk mencari dana talangan dari Haji Sa’ad sebesar Rp.70.000.000,

“Tahun 2001 masyarakat Desa Wanantara Demo dan pilih opsi pemekaran, yang sebelumnya Desa Wanantara masih tergabung dengan Desa Babadan. Cuma waktu itu ditantang sama Camat Casmita, bisa ga membuat Balai Desa, akhirnya kita swadaya, tetapi kurang. Sehingga warga sepakat mencari dana talangan dari H.Sa’ ad orang tua kita kisaran Rp.70.000.000, sudah termasuk dengan biaya pemekaran waktu itu, ” kata Afifi didampingi Istri serta Rusdi ketua pemekaran Desa Wanantara tahun 2001, di kediamannya, Senin (31/05/2021).

Mohamad Afifi juga menerangkan, Srinawati istrinya pada tahun 2009-2015 menjabat Kuwu Desa Wanantara, selama menduduki jabatannya, Srinawati mampu mengembalikan dana talangan pembangunan Balai Desa Wanantara kepada orang tuanya sebesar 35 juta. Uang tersebut berasal dari Swadaya honor Pamong sebesar 50 ribu per Pamong perbulan dan honor Kuwu selama 6 tahun, itupun hasil kesepakatan bersama.

- Advertisement -

“Setelah pemekaran tahun 2009 yang terpilih sebagai Kuwu istri saya (Srinawati), dalam perjalanan selama enam tahun pemerintahan, istri saya baru bisa mengembalikan ke Haji Sa’ad setengah dari angka Rp, 70.000.000, Uang tersebut bukan dari istri saya, diambil dari pamong termasuk honor kuwu juga tiap bulan disisihkan,” terang Afifi.

Mohamaf Afifi melanjutkan, setelah masa jabatan Srinawati berakhir, Kadir bersama beberapa pendukungnya mendatangi rumahnya untuk meminta dukungan, dan berjanji akan melunasi kekurangan pembayaran dana talangan untuk pembangunan Balai Desa Wanantara. Atas dasar janji tersebut akhirnya didukung dan Kadir terpilih menjadi Kuwu Desa Wanantara. Namun, walaupun Kadir menjabat Kuwu Desa Wanantara selama dua Periode, janjinya untuk melunasi sisa dana talangan untuk pembangunan Balai Desa Babadan sampai sekarang tidak terbukti.

“Setelah pemilihan Kuwu yang kedua, Kuwu Kadir datang kerumah saya dengan pak Mulyana, Lebe Masdirah sama RT Rahman, dia berjanji akan melunasi sisanya apabila terpilih menjadi Kuwu. Akhirnya didukung, alhamdulilah jadi, setelah jadi, apa yang telah dijanjikan itu, ternyata sama sekali tidak ada pengembalian,” kata Afifi.

“Dan itupun amanah beliau, siapapun, anak menantu nanti jangan berani makan uang itu, karena uang itu sudah dihibahkan untuk Mushola,” tutur Afifi.

- Advertisement -

Mohamad Afifi juga menegaskan bahwa tuduhan yang telah diberitakan oleh salah satu koran tentang dirinya dan keluarganya itu tidak benar.

Mohamad Afifi
Mohamad Afifi bersama istri, Srinawati. (Foto: Istimewa)

Perlu diketahui Mohamad Afifi adalah calon kuwu nomor urut 1 Desa Wanantara di pemilihan Kuwu yang akan dilaksanakan pada 2 Juni 2021 nanti, ia juga suami dari Srinawati Binti Haji Sa’ad Kuwu Desa Wanantara periode 2009-2015.

Srinawati membenarkan jika sebelumnya Kadir meminta dukungan kepada keluarganya untuk menjadi Kuwu, dan berjanji akan melunasi sisa dana talangan pembangunan Balai Desa Wanantara jika ia terpilih menjadi Kuwu. Namun sampai sekarang janji tersebut tidak terpenuhi walaupun Kadir telah menjabat Kuwu selama 2 Periode.

“Saat mencalon Kuwu Kadir meminta dukungan keluarga H. Sa’ad saat masih hidup Bapak dari Srinawati, mengatakan akan melunasi utang yang setengah nya apabila Kuwu Kadir menjadi Kuwu Desa Wanantara tetapi sampai sekarang belum membayar, total Rp. 35.000.000 rupiah,” Tegas Srinawati.

Pak Rusdi sebagai Ketua Panitia Pemekaran dan juru tulis 2009-2015 Desa Wanantara, sebagai saksi hidup dana Talangan itu benar untuk pembangunan Balai Desa Wanantara dari H.Sa’ad sebanyak Rp 70.000.000 Rupiah.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments