HomeTeras OtomotifPajak Mobil Baru: Harga Mobil Bakal Semakin Murah

Pajak Mobil Baru: Harga Mobil Bakal Semakin Murah

Jakarta – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengusulkan kepada pemerintah agar ada relaksasi pajak mobil baru. Hal ini sudah diamini oleh Kementerian Perindustrian yang kemudian membawanya ke Kementerian Keuangan untuk dikaji lebih jauh. Jika benar, maka harga mobil di tahun 2021 bakal jauh lebih murah.

Relaksasi pajak ini memang masih belum jelas. Sebab sampai saat ini usulan pajak apa yang bakal dipangkas juga masih remang-remang. Tidak ada keterangan yang lebih jelas seberapa jauh pajak yang akan dipangkas berdasarkan usulan dari Gaikindo tersebut. Rumornya memang pajak mobil di tahun depan bakal dipangkas hingga 0%. Hal ini untuk menghidupkan kembali industri otomotif yang terimbas pandemi.

Saat ini masyarakat yang membeli mobil dikenakan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 73 tahun 2019, yakni sebesar 15-70% untuk kendaraan bermotor angkutan orang. Besaran PPnBM ini kemudian didasarkan atas jumlah maksimal muatan setiap kendaraan dan juga isi silinder.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan bahwa upaya relaksasi pajak ini adalah semacam ‘dewa penolong’ bagi industri otomotif tanah air. Sebab menurutnya, sektor daya beli di bidang industri otmotif ini tidak bergerak bahkan cenderung turun. Itulah mengapa mesti ada racikan khusus agar industri ini bisa bangkit.

“Apalagi industri otomotif ini menciptakan multiplier effect yang luas. Dimana banyak orang menggantungkan nasibnya pada sektor industri otomotif,” ucap Agus.

Komponen Pajak Mobil Baru

Total keseluruhan pajaknya mencapai 40% dari harga mobil. Selain PPnBM yang mencapai 10-125%, ada lagi pajak yang lain yakni PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 10%, BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor), dan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) sebesar 2,5%. Kalau dilihat, dalam satu pembelian unit mobil, 15% pajaknya mengalir ke daerah berupa PKB dan BBNKB tersebut.

Pada titik aliran pajak ke daerah itulah maka berbagai daerah melayangkan keberatannya dengan keputusan pusat tentang relaksasi pajak. Tentu penolakannya pada bab PKB dan BBNKB tadi. Sebab tanpa adanya relaksasi pajak pun, pendapatan asli daerah sudah tersendat akibat pandemi ini, apalagi kalau ada relaksasi.

Jika kebijakan ini benar-benar terjadi, maka banyak harga mobil yang saat ini mencapai Rp200 juta hanya akan dibanderol Rp120 juta saja. Bahkan kalau dilihat di SEVA Pusat Mobil Murah, maka banyak harga-harga mobil baru yang akan turun drastis.

Industri otomotif ini tentu saja bakal bergeliat kembali. Namun keputusan kajian ada pada Badan Kajian Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan RI yang akan mengkaji hal ini. Apabila benar relaksasi ini akan menguntungkan banyak pihak, maka bukan tak mungkin jalanan akan semakin penuh dengan mobil.

Akhmad Syaefullah
Akhmad Syaefullah merupakan founder Teraspendopo.com yang juga penggemar pedesan enthog. Pernah ngalap berkahnya kyai Lirboyo selama beberapa tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments