HomeTeras NasionalMenteri ESDM Meminta Agar Pertamina Evaluasi Sistem Pengamanan Kilang

Menteri ESDM Meminta Agar Pertamina Evaluasi Sistem Pengamanan Kilang

Indramayu, Teraspendopo.com Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, meminta agar Pertamina segera menerapkan Sistem Pengamanan Kilang Nasional, agar kedepan tidak terjadi lagi ledakan kilang yang berdampak cukup besar ini.

Menteri ESDM menyampaikan hal tersebut saat berkunjung dan meninjau langsung kondisi terkini empat tangki yang meledak dan terbakar awal pekan kemarin. Ia didampingi Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati dan Bupati Indramayu, Nina Agustina.

Kunjungan rombongan ke areal Kilang RU VI Balongan tersebut pada Sabtu (3/4/2021), guna memastikan jika kondisi empat tangki sudah padam dan saat ini sedang dalam pendinginan agar tidak terjadi lagi ledakan susulan sebagai mana yang terjadi kemarin dan sempat kembali membuat panik warga sekitar Kilang.

Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengatakan penyebab ledakan dan kebakaran empat tangki di area T301 Kilang Balongan itu masih menjadi misteri.

Untuk mengungkapnya, Kementerian ESDM mengerahkan para ahli dalam negeri dari luar negeri yang membidangi kecelakaan kerja.

“Semua masih diinvestigasi. Seluruh temuan, ada yang kasat mata dan ada juga yang tidak kasat mata akan dikumpulkan,” ujar Menteri Arifin disela-sela kunjungan ke Kilang Balongan.

Usai meninjau tangki yang terbakar, Menteri Arifin menjelaskan seluruh titik api sudah bisa dikuasai.

“Proses selanjutnya sedang dilakukan pendinginan terhadap minyak-minyak yang ada di dasar bundwall sehingga bisa menurunkan temperatur,” tandas Arifin.

Arifin menambahkan, proses investigasi masih dilakukan oleh internal Pertamina, melibatkan sejumlah pihak eksternal termasuk ahli dari internasional.

“Kita juga meminta kajian instansi internasional yang membidangi kecelakaan kerja terkait dengan insiden ledakan tangki di Kilang Balongan ini,” tegas dia.

Kedepannya, lanjut dia, dari kejadian di Kilang Balongan Pertamina akan melakukan evaluasi sistem pengamanan kilang nasional.

Apa-apa yang diperlukan untuk sistem pengamanan kilang, kata dia, akan diidentifikasi.

“Jadi, pelajaran-pelajaran yang diambil dari beberapa kejadian sebelumnya, termasuk Senin lalu di Kilang Balongan, harus segera dilakukan evaluasi,” ujar dia.

Implementasinya, Pertamina agar segera memasang instalasi-instalasi pengaman sesuai standar internasional yang berlaku mengacu pada teknologi yang dipakai pada industri sejenis.

Perintah Menteri Arifin lainnya yakni Pertamina juga harus segera memasang early warning system untuk masayarakat.

“Jadi apabila ada indikasi yang membahayakan agar segera dikomunikasikan dengan masyarakat sekitar. Supaya masyarakat bisa melakukan persiapan dini untuk menjaga keselamatan,” tegas Arifin.

Sementara itu, Bupati Indramayu, Nina Agustina, mengaku bersyukur dan memberikan apresiasi kepada seluruh tim pemadam kebakaran PT Pertamina RU VI Balongan dan semua pihak yang telah berjibaku sejak awal kejadian tanpa mengenal lelah secara bergantian untuk memadamkan api yang terus berkobar dan berangsur satu per satu dapat dipadamkan.

Ia meminta kepada pihak Pertamina, agar terus memastikan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di wilayah kilang, sehingga warga masyarakat yang saat ini masih berada di pengungsian dapat memperoleh kepastian, jika situasi lingkungan sekitar sudah dinyatakan aman dan tidak berdampak negatif bari masyarakat.

Menurutnya, saat ini yang sedang menjadi fokus penanganan adalah terkait dengan penyelesaian ganti rugi kerusakan rumah, tempat ibadah dan fasilitas umum lain yang terdampak bahkan dari hasil sosialisasi tim kepada lima desa, munculnya aspirasi dan keinginan dari warga agar pihak Pertamina menyetujui tuntutan kompensasi dampak psikologis pasca kejadian.

“Persoalan ini yang nanti akan dibicara dengan tim bagaimana solusinya, yang jelas sesuai komitmen Pertamina sejak awal pembahasan bahwa masyarakat terdampak ledakan jangan dirugikan, apalagi sudah dibentuk beberapa tim, seperti tim infrastruktur, Kesehatan, lingkungan hidup, pertanian, perikanan dan lainnya,” terang Nina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments