HomeTeras DaerahMAPPAN Peringatkan Semua Pihak Jangan Bermain-Main dengan Beras Bansos

MAPPAN Peringatkan Semua Pihak Jangan Bermain-Main dengan Beras Bansos

Indramayu, Teraspendopo.com Bantuan sosial yang disalurkan oleh pemerintah melalui e-Waroong seharusnya memberikan komoditas pangan terbaik. Seluruh pihak yang terlibat jangan pernah main-main dan melakukan bisnis kotor untuk mempermainkan rakyat kecil.

Hal itu disampaikan Ketua Masyarakat Pemerhati Pangan (MAPPAN) Indonesia Jawa Barat, Carkaya, pada Minggu (22/08/2021) siang. Kepada Teraspendopo.com, Carkaya menegaskan agar Dinas Sosial, Camat, Kuwu, e-Waroong, TKSK, dan Pendamping PKH agar tidak main-main dan wajib melindungi penerima manfaat bansos.

“Bahan pangan dalam hal ini beras, memiliki regulasi dalam peredarannya untuk melindungi konsumen. Hal ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 59 Tahun 2018,” terang Carkaya.

Menurutnya salah satu kelompok konsumen, yakni penerima BPNT (Program Sembako), juga wajib dilindungi. Sehingga dalam setiap penyaluran bansos melalui e-Waroong wajib mengikuti aturan tersebut.

Dalam Permendag itu disebutkan bahwa kemasan beras wajib mencantumkan label dalam bahasa Indonesia. Label ini berlaku untuk beras premium yang memiliki derajat sosoh minimal 95%, kadar air maksimal 14%, beras kepala minimal 85%, dan butir patah maksimal 15%. Serta untuk beras medium derajat sosoh 95%, kadar air maksimal 14%, beras kepala minimal 75%, dan butir patah maksimal 25%.

Kewajiban ini berlaku untuk pengemas beras dan importir beras. Sehingga konsumen mengetahui beras yang akan dikonsumsinya.

Carkaya juga menguti kembali aturan didalam Permendag itu yang berbunyi larangan untuk memanipulasi kemasan. Misalnya beras medium memakai label beras premium. Sebab menurutnya hal itu bisa dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 100 ayat (1) atau ayat (2) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dengan ancaman pidana empat tahun dan denda Rp2 miliar.

“Kemudian Pasal 102 Undang-undang yang sama dengan ancaman hukuman kurangan 1 tahun dan denda Rp 200 juta,” terang Carkaya.

Selain itu Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan Pasal 144 mengancam pelaku pemalsuan label ini dengan ancaman pidana penjara tiga tahun dan denda Rp6 miliar. Dan Pasal 62 ayat (1) Pasal 8 Ayat (1) Huruf e Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana lima tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.

“Untuk itu kami peringatkan agar semua pihak jangan bermain-main dengan urusan bahan pangan. Terutama bahan pangan yang menjadi komoditas dalam bansos,” pungkas Carkaya.

Akhmad Syaefullah
Akhmad Syaefullah merupakan founder Teraspendopo.com yang juga penggemar pedesan enthog. Pernah ngalap berkahnya kyai Lirboyo selama beberapa tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments