HomeTeras DaerahKetua DPC KAI Indramayu Angkat Bicara Soal Kuasa Hukum Kasus Pencabulan

Ketua DPC KAI Indramayu Angkat Bicara Soal Kuasa Hukum Kasus Pencabulan

Indramayu, Teraspendopo.comViralnya video di akun media sosial dengan nama “Toni RM” terus menuai reaksi. Setelah secara resmi Kejari Indramayu memberikan pernyataan resminya, disusul kemudian pernyataan Ketua PBH Peradi Indramayu, kini disambung pula oleh Ketua DPC Kongres Advokat Indonesia (KAI) Indramayu yang memberikan pernyataannya.

Ketua DPC KAI Indramayu, Oman Sulaksono, S.H., mengatakan dirinya secara pribadi dan organisasi sangat menyayangkan video yang viral itu. Karena menurutnya itu bukanlah sikap seorang advokat. Sebab selaku penegak hukum, advokat dan kejaksaan merupakan mitra dalam melakukan pekerjaan.

“Terkait hal yang diucapkan juga bukan ciri khas advokat. Karena kita menjunjung sebagai profesi yang terhormat. Jadi segala narasi dan gaya bahasanya juga kita sama-sama saling menghormati,” ucap Oman yang juga didampingi oleh Ketua LBH KAI Indramayu, Eko Junanto, pada Selasa (14/09/2021).

Oman juga menyarankan jika itu benar anggotanya, maka secara pribadi harus ada pihak yang mengadukannya secara tertulis untuk menindaklanjuti secara kode etik advokat. Untuk soal lainnya, menurut Oman, diserahkan pada instansi atau pihak yang dirugikan.

Saat ditanyakan apakah advokat dengan nama Toni RM merupakan anggota KAI, Oman menampik hal tersebut. Ia menyatakan nama Toni RM tidak tercatat di data base keanggotaannya. Meski begitu, ia belum mengetahui apakah yang bersangkutan tercatat di organisasi advokat di tingkat yang lebih tinggi.

Sementara itu menurut praktisi hukum, Syamsul Bahri Siregar, S.H., menjelaskan bahwa advokat merupakan penegak hukum, sehingga dalam proses penegakan hukum jangan sampai melanggar hukum. Apabila ditemukan ada penegak hukum yang kurang memenuhi perasaan keadilan, tambahnya, ada jalur-jalur hukum yang harus dilewati, tidak dengan cara-cara aktivis.

“Jadi advokat harus menjaga dan mengagungkan warwah profesi advokat itu sendiri,” terang praktisi hukum yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Wiralodra Indramayu ini.

Syamsul juga berpesan untuk bersama-sama memantau kasus ini hingga tuntas. Sebab menurutnya Jaksa Penuntut Umum sudah bekerja dengan baik, terbukti hingga kasus yang terjadi sudah masuk ke sidang pengadilan.

“Tinggal yang dipantau adalah bagaimana dakwaan dan bagaimana tuntutan,” pungkas Syamsul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments