Jika Anda Ingin Membuat Suatu Program Yang Hanya Menjalankan Tindakan Jika Beberapa Kondisi Terpenuhi, Konsep Apa Yang Harus Digunakan


Aksi tergantung kondisi program

Saat membuat program, seringkali kita ingin menjalankan suatu tindakan hanya jika beberapa kondisi tertentu terpenuhi. Untuk melakukan hal ini, kita perlu menggunakan konsep kondisional. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang konsep-konsep dasar yang harus digunakan dalam membuat suatu program yang hanya menjalankan aksi tertentu bila kondisi tertentu terpenuhi.

Algoritma kontrol kondisi

Sebelum masuk ke dalam penggunaan konsep if-else di program, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu algoritma kontrol kondisi. Sebuah algoritma kontrol kondisi memungkinkan program untuk memilih langkah yang tepat untuk diambil berdasarkan kondisi yang ada. Pada dasarnya, algoritma kontrol kondisi bekerja dengan menguji kondisi tertentu, kemudian menjalankan aksi tertentu berdasarkan hasil dari pengujian tersebut.

Photo Badminton tournament

Algoritma kontrol kondisi umumnya terdiri dari tiga bagian utama:

  1. Pengecekan kondisi awal
  2. Pilihan aksi berdasarkan kondisi
  3. Pelaksanaan aksi yang dipilih

Bagaimana menggunakan konsep if-else di program

Salah satu konsep dasar yang digunakan dalam kontrol kondisi adalah if-else. Pada dasarnya, konsep if-else memungkinkan program untuk menjalankan satu aksi jika kondisi tertentu terpenuhi, dan menjalankan aksi alternatif jika kondisi tersebut tidak terpenuhi.

Contoh penggunaan if-else dalam sebuah program:

    if kondisi:
        # Jalankan aksi jika kondisi terpenuhi
        aksi1
    else:
        # Jalankan aksi alternatif jika kondisi tidak terpenuhi
        aksi2
    

Dalam contoh di atas, program akan mengevaluasi kondisi yang diberikan. Jika kondisi tersebut benar, maka aksi1 akan dijalankan. Namun, jika kondisi tersebut salah, maka aksi2 akan dijalankan sebagai aksi alternatif.

Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan konsep if-else adalah pemahaman kondisi. Kondisi harus dinyatakan dalam bentuk yang bisa dievaluasi menjadi nilai boolean (True atau False). Berikut beberapa contoh kondisi yang sering digunakan:

  • Perbandingan: == (sama dengan), != (tidak sama dengan), > (lebih besar dari), < (lebih kecil dari), >= (lebih besar dari atau sama dengan), <= (lebih kecil dari atau sama dengan)
  • Operator logika: and (dan), or (atau), not (bukan)
  • Fungsi bawaan: len(string) (mengembalikan panjang string), isnull(variabel) (memeriksa apakah variabel null), dll.

Contoh penggunaan perbandingan:

    x = 5
    if x == 5:
        print("Nilai x adalah 5")
    else:
        print("Nilai x bukan 5")
    

Contoh penggunaan operator logika:

    x = 10
    if x > 0 and x < 10:
        print("Nilai x lebih besar dari 0 dan lebih kecil dari 10")
    elif x > 10 or x < -10:
        print("Nilai x lebih besar dari 10 atau lebih kecil dari -10")
    else:
        print("Nilai x tidak memenuhi kondisi")
    

Contoh penggunaan fungsi bawaan:

    string = "Hello, World!"
    if len(string) > 0:
        print("Panjang string lebih dari 0")
    else:
        print("Panjang string sama dengan 0")
    

Dalam contoh-contoh di atas, program akan mengevaluasi kondisi yang diberikan dan menjalankan aksi yang sesuai berdasarkan hasil evaluasi tersebut.

Selain if-else, terdapat juga konsep lain yang dapat digunakan dalam kontrol kondisi, seperti if-elif-else. Konsep ini memungkinkan program untuk mengevaluasi beberapa kondisi sekaligus dan menjalankan aksi yang sesuai berdasarkan kondisi yang benar. Berikut contoh penggunaan if-elif-else dalam sebuah program:

    if kondisi1:
        # Jalankan aksi jika kondisi1 terpenuhi
        aksi1
    elif kondisi2:
        # Jalankan aksi jika kondisi2 terpenuhi
        aksi2
    else:
        # Jalankan aksi alternatif jika semua kondisi tidak terpenuhi
        aksi3
    

Dalam contoh di atas, program akan mengevaluasi kondisi-kondisi yang diberikan secara berurutan. Jika kondisi1 terpenuhi, maka aksi1 akan dijalankan. Jika tidak, program akan mengevaluasi kondisi2. Jika kondisi2 terpenuhi, maka aksi2 akan dijalankan. Namun, jika semua kondisi tidak terpenuhi, maka aksi3 akan dijalankan sebagai aksi alternatif.

Simulasi program yang menggunakan konsep if-else

Untuk lebih memahami konsep if-else dalam suatu program, berikut adalah contoh simulasi program yang menggunakan konsep tersebut:

    # Input nilai
    nilai = input("Masukkan nilai: ")
    
    # Konversi nilai ke integer
    nilai = int(nilai)
    
    # Evaluasi kondisi menggunakan if-else
    if nilai >= 80:
        print("Nilai anda adalah A")
    elif nilai >= 70:
        print("Nilai anda adalah B")
    elif nilai >= 60:
        print("Nilai anda adalah C")
    elif nilai >= 50:
        print("Nilai anda adalah D")
    else:
        print("Nilai anda adalah E")
    

Pada contoh di atas, program akan meminta pengguna untuk memasukkan sebuah nilai. Nilai tersebut kemudian akan dikonversi menjadi integer menggunakan fungsi int(). Setelah itu, program akan mengevaluasi kondisi menggunakan konsep if-else. Jika nilai pengguna lebih besar atau sama dengan 80, maka program akan mencetak “Nilai anda adalah A”. Jika nilai pengguna lebih besar atau sama dengan 70, maka program akan mencetak “Nilai anda adalah B”. Dan seterusnya.

Dengan menggunakan konsep if-else, program dapat menjalankan aksi tertentu berdasarkan kondisi yang ada. Hal ini memungkinkan program untuk lebih fleksibel dan dapat beradaptasi dengan berbagai situasi yang mungkin terjadi.

Semoga artikel ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang konsep-konsep dasar yang harus digunakan dalam membuat suatu program yang hanya menjalankan aksi tertentu bila kondisi tertentu terpenuhi. Dengan pemahaman yang baik tentang kontrol kondisi, Anda akan dapat mengembangkan program-program yang lebih canggih dan efektif.