Home Teras Daerah Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilkada Indramayu 2020

Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilkada Indramayu 2020

- Advertisement -

Indramayu – Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Tingkat Kabupaten selesai dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Indramayu pada Selasa (15/12/2020). Sebagaimana diduga sebelumnya, hasil rekap ini memenangkan pasangan Nina Agustina dan Lucky Hakim yang diusung oleh PDI Perjuangan, Partai Gerindra, dan Perindo.

Pasangan dengan nomor urut 4 itu memenangkan perolehan suara dengan total suara 313.768 atau 36,76 %. Sementara itu perolehan suara kedua diperoleh pasangan Daniel Mutaqien dan Taufik Hidayat dengan jumlah 243.151 atau 28,48 %.

Pasangan M. Sholihin dan Ratnawati mendapatkan perolehan suara 223.247 atau 26.15 %. Dan terakhir, Toto Sucartono dan Deis Handika mendapat 73.494 atau 8,61 %.

Keempat pasangan tersebut mendapatkan distribusi dari total suara sah yang mencapai 853.660 suara. Dari total hak pilih sebesar 870.525 ada suara tidak sah yang mencapai 16.865. Sehingga partisipasi masyarakat yang memiliki hak pilih dalam Pilkada Indramayu 2020 ini mencapai 66,82 %.

- Advertisement -

KPU Indramayu mencatat, persentase partisipasi masyarakat ini mengalami kenaikan dibandingkan Pilkada tahun 2015. Meski pandemi, ada peningkatan partisipasi masyarakat pemegang suara sebesar 7,22 % dibandingkan tahun 2015 itu yang hanya 58,95 %.

Saksi Paslon 1 Menolak Tanda Tangan

Saksi pasangan calon nomor 1 Sholihin dan Ratnawati, Sadar, menolak untuk menandatangani rekapitulasi penghitungan suara. Sehingga salah satu kolom tanda tangan saksi pada formulir Model DC1-KWK Kabupaten terlihat kosong.

Sadar mengatakan dirinya mendapat instruksi langsung dari cabup Sholihin untuk tidak menandatangani formulir tersebut. Ia juga menguraikan ada sepuluh catatan mengapa pihaknya melakukan hal tersebut.

“Ada sepuluh catatan mengapa kami menolak,” ungkap Sadar.

- Advertisement -

Sepuluh catatan tersebut mengungkap berbagai permasalahan yang muncul saat Pilkada Indramayu 2020 kemarin dan penyelesaiannya tidak jelas. Ia mengungkapkan kalau penyelenggara Pilkada curang dan tidak profesional.

Sementara itu menyikapi catatan tersebut, Ketua KPU Indramayu, Ahmad Toni Fatoni, mengatakan itu merupakan hak konstitusi calon. Meski begitu, Toni menyayangkan kalau keberatan itu tidak disampaikan saat forum rapat pleno rekapitulasi berlangsung.

“Meski begitu, kami akan tetap menunggu hingga tiga hari tentang ada atau tidak adanya gugatan. Setelah itu SK penghitungan suara kami serahkan ke pemenang,” ungkap Toni kepada media.

- Advertisement -
Boni Tabroni
Alumni Fakultas Hukum yang gemar menulis dan mendokumentasikan sesuatu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments