HomeTeras DaerahForum Arahan Bergerak Persoalkan Program Sembako di Arahan Kidul

Forum Arahan Bergerak Persoalkan Program Sembako di Arahan Kidul

Indramayu, Teraspendopo.com Penyaluran bantuan sosial Program Sembako di wilayah Kecamatan Arahan, khususnya di Desa Arahan Kidul terus menuai polemik. Pasalnya penyaluran bansos itu diduga banyak terjadi penyimpangan.

Hal itu disampaikan sekelompok masyarakat yang menyebut dirinya Forum Arahan Bergerak (FAB) kepada Teraspendopo.com pada Selasa (28/09/2012) siang. Salah satu juru bicaranya, darto, menyampaikan bahwa ada dugaan penyimpangan dalam penyaluran bansos.

“Salah satu yang kami temukan adalah terjadi pungutan liar sebesar Rp50.000 untuk satu kali distribusi,” terang Darto.

Darto merinci adanya pungutan sebesar itu dikarenakan bansos yang turun pada bulan September ini mencapai lima paket. Namun menurutnya apapun alasannya pungutan liar tidak dibenarkan. Apalagi, katanya, ini menyangkut bantuan untuk orang miskin.

“Itu terjadi di Desa Arahan Kidul. Namun saat kami datangi Kuwu Masjaya selaku pemimpin desa, ia berkilah bahkan mengimbau aparat dibawahnya untuk tidak melakukan pungutan sekecil apapun,” ungkap Darto.

Menurut Darto, FAB pada Senin (27/09/2021) kemarin juga menanyakan kepada Kuwu Masjaya terkait pemasok bahan pangan dalam Program Sembako di Desa Arahan Kidul. Namun katanya, saat itu Kuwu Masjaya hanya menyebut Nasir selaku pemasok bahan pangan.

“Yang disebut namanya kemudian menampiknya. Sehingga kami tidak puas dan langsung ke Kantor Kecamatan Arahan untuk meminta kejelasan,” jelas Darto.

Pada saat di Kantor Kecamatan Arahan, sambung Darto, FAB meminta kejelasan dari Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Arahan, Asman, karena Camat Arahan, A Fauzie Rohmdon saat itu sedang tidak berada di tempat.

Saat itu, masih menurut Darto, Kasi Kesos juga menyebut bahwa pemasok bahan pangan adalah nama yang sama yang disebut Kuwu Masjaya.

“Dari sini sudah jelas ada dugaan kuat pelanggaran terhadap Pedoman Umum Program Sembako. Karena yang disebut namanya itu merupakan perangkat desa, yang tidak boleh menjadi agen e-Warong maupun pemasok bahan pangan,” jelas Darto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments