HomeTeras DaerahDari Kepala Dinas Sampai Makelar Jadi Tersangka Kasus RTH Jatibarang

Dari Kepala Dinas Sampai Makelar Jadi Tersangka Kasus RTH Jatibarang

Bandung, Teraspendopo.com Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menahan empat tersangka atas kasus Ruang Terbuka Hijau atau RTH Jatibarang, Indramayu, pada Rabu (29/09/2021) sore. Keempatnya disangkakan melanggar UU Tindak Pidana Korupsi.

Keempat orang tersangka tersebut adalah Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Indramayu, berinisial S, kemudian Kepala Bidang Kawasan Permukiman DPKPP Kabupaten Indramayu, BSM, Direktur Utama PT M.P.G., berinisial PPP, dan pihak swasta yang bertindak sebagai makelar berinisial N.

Berdasarkan penelusuran Teraspendopo.com, kejadiannya bermula saat Kabupaten Indramayu mendapatkan bantuan dari Provinsi Jawa Barat untuk pelaksanaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kawasan Taman Alun-Alun Kabupaten Indramayu yang kegiatannya bertempat di Kecamatan Jatibarang. Menurut DPPA SKPD yang ada di DPKPP Kabupaten Indramayu, kegiatan ini menelan anggaran sebesar Rp15 miliar.

Kegiatan yang terjadi pada Tahun Anggaran 2019 ini memiliki tiga pagu anggaran, yakni konsultan perencanaan, konsultan pengawas, dan pelaksana. Pada anggaran tersebut telah terjadi pinjam bendera untuk jasa konsultan perencana dan konsultan pengawas. Adalah N yang meminjam bendera dan diketahui oleh BSM Pejabat Pembuat Komitmen. Atas pengetahuan ini, N membagi anggaran kepada BSM.

Pada pelaksanaannya, S ternyata memanipulasi data seakan-akan pekerjaan fisik sudah rampung, sehingga bisa dijadikan pengakuan hutang kepada pihak kontraktor. Di sisi yang lain, PPP selaku penyedia juga mengurangi volume dan spesifikasi yang sudah tertuang dalam kontrak. Dalam hal ini negara telah dirugikan sebesar Rp2 miliar.

Menurut Kepala Penerangan Hukum Kejati Jabar, Dodi Gazali Emil, kepada awak media, setelah menjalani pemeriksaan yang cukup panjang oleh para penyidik di Pidsus Kejati Jabar, keempatnya kini dibawa ke Rutan Polrestabes Bandung untuk dititipkan selama dua puluh hari kedepan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments