Home Teras Perjalanan Kue Cimplo, Apem Khas Indramayu yang Hanya Muncul di Bulan Sapar

Kue Cimplo, Apem Khas Indramayu yang Hanya Muncul di Bulan Sapar

- Advertisement -

Indramayu – Matahari belum naik penuh, namun penggilingan tepung milik Supardi di Blok Balai Desa Arahan Kidul, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, sudah beroperasi. Sabtu (10/10/2020) ini, banyak ibu-ibu yang sedang mengantre untuk mengubah berasnya menjadi tepung di tempat penggilingannya. Berdasarkan pantauan Teraspendopo.com, para pelanggan Supardi ini sedang diburu waktu untuk membuat cimplo.

Cimplo merupakan sebuah kue apem khas Indramayu yang hanya muncul pada bulan tertentu. Kue ini berbahan dasar tepung beras. Namun tepung beras yang tersedia di pasar dalam bentuk kemasan harganya cukup mahal, sehingga pantas Supardi diburu pelanggan sejak pagi.

Salah satu pelanggan Supardi yang menggiling berasnya menjadi tepung, Hj. Isem, menuturkan tepung beras hasil digiling sendiri rasanya berbeda dibanding yang bermerek. Selain ada kelebihan beras hasil panen, katanya, perhitungan harganya juga lebih terjangkau.

“Kalau menggiling sendiri bisa lebih banyak hasilnya” ungkap perempuan paruh baya tersebut.

- Advertisement -

Hj. Isem yang tinggal di Blok Karang Malang , Desa Arahan Kidul, ini rutin membuat cimplo setiap tahunnya. Menurutnya kalau memasuki bulan Bala dalam penanggalan Jawa dan di rumahnya belum ada kue cimplo, rasanya kurang afdhol.

Di rumahnya sudah berkumpul para tetangga yang sukarela membantu pembuatan kue cimplo. Belasan ibu-ibu yang sudah siap masing-masing dengan perlengkapannya ini siap membuat cimplo hingga ribuan buah. Ada yang siap untuk mengadon tepung beras, ada yang sibuk memarut kelapa, dan ada juga yang menyiapkan cetakan di atas kompor.

Setelah selesai dicetak, kue cimplo ini akan dibagikan ke tetangga dan sanak saudara di sekitar lingkungan tempat tinggal Hj. Isem. Ya, semuanya dibagikan secara gratis sebagai sedekah. Tidak ada biaya yang ditarik. Sementara biaya dan tenaga hanya ditumpukan pada pembuatnya saja.

Asal-usul Kue Cimplo

Kue cimplo sebetulnya sejenis apem yang tawar sehingga cara memakannya cukup dicelupkan ke cairan gula yang telah disediakan. Bentuknya bermacam-macam, namun umumnya bulat pipih sesuai cetakan bakar yang umum dijual di pasaran untuk kue apem.

- Advertisement -

Kue cimplo ini khas Indramayu dan terkhusus dibuat ketika bulan ‘bala’ tiba. Bulan bala merupakan nama lain dari bulan sapar dalam penanggalan Jawa, atau bulan safar dalam penanggalan Islam.

Menurut kepercayaan orang-orang terdahulu, bulan sapar ini kerap membawa malapetaka atau bala sehingga mesti ada ritual khusus untuk menolaknya. Oleh karenanya sebagian ada yang membuat kue cimplo yang dipercaya mampu menolak 999 macam malapetaka. Namun kapan pertama kali kepercayaan ini hadir, belum ditemukan catatan sejarah yang menuliskannya secara pasti.

Kue cimplo sendiri terbuat dari tepung beras dan air secukupnya sebagai adonan dasar. Adonan ini kemudian dicetak dalam cetakan apem yang banyak tersedia di pasar. Untuk celupannya dibuatlah cairan dari gula merah dicampur dengan parutan kelapa untuk menambah rasa gurih dan irisan nangka untuk menambah aroma wangi.

- Advertisement -
Darto To
Darto adalah seorang pegiat sosial yang menggemari dan masih belajar dengan dunia tulis menulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments