Home Teras Daerah Cimanuk Meluap, Warga Siaga Satu di Tanggul Kritis

Cimanuk Meluap, Warga Siaga Satu di Tanggul Kritis

- Advertisement -

Indramayu, Teraspendopo.com Debit air yang tinggi pada aliran Sungai Cimanuk membuat masyarakat di daerah aliran sungai tersebut merasa khawatir. Pasalnya berdasarkan pantauan Teraspendopo.com pada Senin (8/2/2021) siang, di beberapa titik tanggul sudah terpantau bocor dan terjadi luapan air.

Salah satu titik tanggul yang mengalami kebocoran adalah tanggul di wilayah Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Sejak Minggu (7/2/2021) malam waktu setempat, puluhan warga sudah bersiaga di titik-titik rawan tersebut. Ada dua titik di desa ini, yakni tanggul di Blok Ningkong dan Blok Tambak Emas.

Salah satu warga, Wartono (40), menuturkan tanggul di wilayah ini merupakan tanggul yang kritis. Sebab berada di tikungan arus Sungai Cimanuk. Menurutnya jika tanggul ini bocor, maka debit air langsung keluar dan bakal membahayakan ribuan warga di Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, dan Desa Arahan Lor serta Desa Arahan Kidul di Kecamatan Arahan.

“Masyarakat sudah khawatir dengan kondisi tanggul ini. Apalagi dengan informasi yang didapat di media sosial bahwa kiriman air dari Bendungan Rentang belum terus berlangsung,” ungkap Wartono.

- Advertisement -

Dengan berbagai alat seadanya, puluhan warga pun bergotong-royong untuk menambal tanggul agar tidak bocor dan meninggikan pondasinya agar air tidak meluap. Pemerintah desa setempat dengan pihak kepolisian dari Polsek Lohbener juga terpantau ikut membantu warga yang bahu-membahu sejak malam.

Tanggul yang kritis ini juga terjadi di wilayah Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang. Di wilayah tersebut air sudah merembes kemana-mana dan membanjiri jalanan serta rumah warga. Hal yang sama juga terjadi di daerah Waledan, Kecamatan Cantigi. Di wilayah tersebut air sungai sudah membanjiri sawah dan tambak milik warga.

Banjir paling parah dari luapan Sungai Cimanuk ini terjadi di Kecamatan Sukagumiwang. Ribuan warga terpantau mengungsi akibat rumah mereka terendam dengan ketinggian air yang bervariasi, mulai dari 50 cm hingga lebih dari 1 meter.

Luapan air sungai ini terjadi dimana-mana. Tidak hanya Sungai Cimanuk, bahkan banjir sudah terjadi di Haurgeulis akibat meluapnya Sungai Cipunegara. Sama halnya dengan Sungai Cipanas yang meluap dan membanjiri ribuan rumah di Kecamatan Terisi dan Losarang.

- Advertisement -

Akibat banjir ini, BPBD Kabupaten Indramayu belum bisa menaksir kerugian yang ditimbulkan. Namun banyak warga yang kehilangan aset dan ribuan petani diperkirakan gagal panen.

- Advertisement -
Darto To
Darto adalah seorang pegiat sosial yang menggemari dan masih belajar dengan dunia tulis menulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments