Ads - After Header

BPR Karya Remaja Dilikuidasi LPS dan Dicabut OJK, Bagaimana Nasib Nasabah?

teraspendopo

lembaga penjamin simpanan
Ilustrasi petugas LPS sedang memasang pamflet pengumuman. (Sumber foto: lps.go.id)

Jakarta – Perumda Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Karya Remaja Indramayu akhirnya dilikuidasi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan izinnya dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lantas nasib nasabah bagaimana?

Sesuai regulasi, LPS bakal membayar seluruh klaim penjaminan simpanan nasabah setelah izin usahanya dicabut pada 12 September 2023 oleh OJK.

“Klaim penjaminan simpanan nasabah akan dilakukan setelah OJK mencabut izin usaha,” terang Sekretaris LPS Dimas Yuliharto dalam siaran pers, Selasa (12/9/2023).

Dalam prosesnya, LPS bakal menelaah klaim yang diajukan dan akan memastikan pembayaran jika klaim tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku.

LPS akan melakukan rekonsiliasi sekaligus memverifikasi data simpanan dan informasi lain untuk menetapkan simpanan yang bakal dibayar.

LPS juga menjelaskan proses ini bakal memakan waktu hingga 90 hari dihitung sejak izin usahanya dicabut. Jadi pembayaran dana nasabah baru bisa dilakukan secara bertahap mulai sekitar 19 Januari 2024.

Untuk nasib lembaga keuangannya sendiri, yakni BPR Karya Remaja, LPS akan mengambil alih dan menjalankan hak serta wewenang para pemegang sahamnya.

Setelah itu LPS akan membentuk tim likuidasi yang akan menyelesaikan berbagai hal berkaitan dengan pembubaran badan hukum BPR Karya Remaja.

Terkait hal tersebut, Dimas meminta agar para nasabah tetap tenang dan tidak terpancing dengan hal-hal yang bisa menghambat pembayaran klaim penjaminan simpanan. Apalagi ada oknum yang mengiming-imingi dengan sejumlah imbalan.

Setelah ada pengumuman dari LPS, nasabah kemudian dipersilakan untuk mengecek status klaim dengan cara mengunjungi kantor BPR Karya Remaja atau mengakses situs resmi LPS di www.lps.go.id.

Untuk para debitur, LPS meminta agar bisa melakukan pelunasan atau pembayaran cicilan di kantor BPR Karya Remaja atau menghubungi Tim Likuidasi.

Nasabah juga bisa menghubungi Pusat Layanan Informasi (Puslinfo) LPS di nomor 154 jika memerlukan informasi lanjutan terkait masalah ini.

Ikuti kami di

Related Post

Ads - Before Footer