Berikut Yang Bukan Perwujudan Wawasan Nusantara Sebagai Kesatuan Politik Yaitu……

Dian Sastrowardoyo

Pengaruh globalisasi terhadap Wawasan Nusantara

Dalam era globalisasi yang semakin maju seperti sekarang ini, pengaruh dari luar negara semakin mudah masuk ke dalam suatu wilayah. Hal ini juga berlaku bagi Indonesia sebagai negara yang terkenal dengan Wawasan Nusantara sebagai prinsip dasar dalam menyatukan keberagaman yang ada. Namun, terdapat faktor-faktor yang dapat membawa implikasi negatif terhadap perwujudan Wawasan Nusantara sebagai kesatuan politik. Berikut adalah beberapa hal yang bukan perwujudan dari Wawasan Nusantara:

1. Pengabaian terhadap budaya lokal

Dalam menghadapi pengaruh globalisasi, seringkali budaya lokal terabaikan dan tidak diberikan perhatian yang layak. Beberapa daerah di Indonesia memiliki budaya yang khas dan unik, namun dengan masuknya budaya luar yang lebih dominan, budaya lokal bisa terancam punah. Ini adalah tanda bahwa kesatuan politik dalam Wawasan Nusantara tidak sepenuhnya terwujud.

2. Kemiskinan dan kesenjangan sosial

Pengaruh globalisasi juga dapat menyebabkan ketimpangan ekonomi antara daerah yang maju dan daerah yang tertinggal. Hal ini akan mengakibatkan kemiskinan dan kesenjangan sosial yang terjadi di dalam negeri. Jika hal ini terjadi, maka konsep persatuan dalam Wawasan Nusantara tidak dapat tercapai secara menyeluruh.

3. Dominasi kepentingan ekonomi asing

Pengaruh globalisasi juga dapat membawa dampak negatif dalam hal kepemilikan dan dominasi asing terhadap sumber daya alam dan ekonomi di Indonesia. Jika terdapat dominasi yang berlebihan dari pihak asing, maka Daya saing ekonomi nasional dapat terancam dan hal ini bukan merupakan perwujudan dari Wawasan Nusantara sebagai kesatuan politik yang kuat.

4. Hilangnya nilai-nilai tradisional

Globalisasi juga dapat menyebabkan tergerusnya nilai-nilai tradisional yang ada di masyarakat. Hal ini disebabkan oleh masuknya budaya luar yang lebih dominan dan mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat. Jika terjadi hilangnya nilai-nilai tradisional, maka tidak dapat dikatakan bahwa Wawasan Nusantara sebagai kesatuan budaya dapat terwujud dengan baik.

Membangun semangat persatuan dalam Wawasan Nusantara

Membangun semangat persatuan dalam Wawasan Nusantara memerlukan upaya yang terarah dan berkesinambungan dari berbagai kalangan masyarakat. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam meningkatkan semangat persatuan dalam Wawasan Nusantara:

1. Penguatan pendidikan karakter

Pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan nilai-nilai kepribadian yang baik pada setiap individu. Dalam konteks Wawasan Nusantara, pendidikan karakter dapat diarahkan untuk membangun semangat persatuan dan toleransi antar suku, agama, dan budaya yang ada di Indonesia.

2. Pembangunan infrastruktur yang merata

Pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Indonesia merupakan salah satu langkah penting dalam memperkuat kesatuan politik dalam Wawasan Nusantara. Dengan adanya infrastruktur yang baik, komunikasi dan interaksi antara berbagai daerah akan semakin mudah dan membantu memperkuat persatuan.

3. Penyuluhan tentang Wawasan Nusantara

Penyuluhan tentang Wawasan Nusantara dapat dilakukan melalui berbagai media, seperti seminar, lokakarya, dan sosialisasi di sekolah-sekolah. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memiliki semangat persatuan dalam bingkai Wawasan Nusantara.

4. Promosi kegiatan budaya lokal

Promosi kegiatan budaya lokal dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan dan memperkuat identitas budaya masing-masing daerah. Dengan mempromosikan kegiatan budaya lokal, akan tercipta kesadaran masyarakat akan keragaman budaya di Indonesia dan menghargai perbedaan tersebut sebagai bagian dari Wawasan Nusantara.

Meningkatkan kualitas pendidikan dalam Wawasan Nusantara

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan Wawasan Nusantara sebagai kesatuan politik yang kuat. Untuk itu, perlu dilakukan upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam Wawasan Nusantara:

1. Peningkatan kualitas guru

Guru adalah salah satu faktor penting dalam kualitas pendidikan di Indonesia. Diperlukan upaya dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas guru melalui pelatihan dan pembinaan yang teratur. Selain itu, guru juga perlu dibekali dengan pengetahuan dan pemahaman yang mendalam mengenai Wawasan Nusantara agar dapat mendidik generasi penerus dengan semangat persatuan.

2. Pengembangan kurikulum yang inklusif

Kurikulum yang inklusif adalah kurikulum yang mampu mencakup semua aspek pembelajaran yang mencerminkan keberagaman budaya dan keunikan daerah di Indonesia. Dengan adanya kurikulum yang inklusif, setiap siswa akan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan mengembangkan potensi mereka.

3. Pemberdayaan teknologi dalam pendidikan

Pemberdayaan teknologi dalam pendidikan dapat membantu meningkatkan akses dan kualitas pembelajaran di seluruh wilayah Indonesia. Dengan adanya teknologi yang terintegrasi dalam proses pembelajaran, siswa akan dapat mengakses sumber belajar yang lebih luas dan berkualitas.

4. Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai

Sarana dan prasarana pendidikan yang memadai sangat penting dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Pemerintah perlu menjadikan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional dengan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai di setiap daerah.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat semakin baik. Hal ini akan berdampak positif pada mewujudkan Wawasan Nusantara sebagai kesatuan politik yang kuat dan berkelanjutan.

Ikuti kami di

Tags

Related Post