Home Teras Politik Bawaslu Indramayu Tuding 149 Ribu Pemilih Siluman dalam DPS Pilkada 2020

Bawaslu Indramayu Tuding 149 Ribu Pemilih Siluman dalam DPS Pilkada 2020

- Advertisement -

Indramayu – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Indramayu curiga ada 149 ribu lebih pemilih siluman dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) versi KPU Indramayu. Hal ini menyebabkan mereka melakukan walk out dalam rapat pleno rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) dan DPS pada Senin (7/9/2020).

Pada rapat pleno tersebut sebetulnya Bawaslu sempat memprotes. Sayangnya Ketua KPU Indramayu, Ahmad Toni Fatoni, tetap mengesahkan DPS yang berasal dari DPHP tersebut. Sikap Ketua KPU yang dianggap arogan itu membuat Bawaslu memilih keluar saat rapat pleno sedang berlangsung.

Pelaksanaan rapat pleno rekapituasi DPHP dan penetapan DPS yang dilaksanakan oleh KPU Indamayu dihadiri oleh Forkopimda, Perwakilan Parpol, seluruh PPK dan seluruh pimpinan Bawaslu. Namun rapat berjalan kurang baik lantaran sikap Ketua KPU yang dinilai tidak mengakomodir seluruh masukan Bawaslu Indramayu dan perwakilan partai politik yang hadir.

Bawaslu dan perwakilan parpol mempertanyakan jumlah rekap DPHP serta daftar pemilih tidak memenuhi syarat (TMS). Pertanyaan ini tidak dijawab oleh KPU. Padahal keberadaan TMS kategori pindah domisili dan kategori bukan penduduk sangat penting dijelaskan untuk akurasi DPHP sebelum ditetapkan menjadi DPS.

- Advertisement -

“DPHP KPU ini amburadul, tidak berdasar. Kami curiga ada pemilih yang sengaja diselundupkan,” ungkap Ketua Bawaslu, Nurhadi, kepada media pada Selasa (8/9).

Nurhadi punya kecurigaan lain terkait 149 ribu DPHP tersebut. Pasalnya saat Bawaslu meminta agar seluruh data DPHP disampaikan cara terbuka, Ketua KPU justru menolak dengan dalih data tersebut rahasia. Padahal kerahasiaan data pribadi telah diatur dalam UU No. 23 tahun 2003 tentang Administrasi Kependudukan.

“Pertanyaan kami bukan tanpa dasar, silahkan ketua KPU baca undang-undangnya. Jadi asumsi kami, 149 ribu orang itu merupakan pemilih siluman yang sengaja dimasukan oleh KPU,” terangnya.

Saat dikonfirmasi media, Ketua KPU Indramayu, Ahmad Toni Fatoni, menerangkan data pemilih yang disampaikan dalam rapat merupakan data sementara. Nantinya, kata Toni, data tersebut akan diumumkan kepada publik untuk di tanggapi masyarakat. Namun ketika ditanya soal tudingan dari Bawaslu mengenai pemilih siluman, Toni enggan menjawab.

- Advertisement -
Ashabul Kahfi
Penulis di Teras Digital Media Nusantara. Pembaca dari semua buku, santri semua kiai, dan murid dari semua guru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkini

Recent Comments