Apa Itu Etilen Glikol? Senyawa Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut

etilen glikol

TerasPendopo.com – Apa itu etilen glikol dan dietilen glikol? Pertanyaan ini sedang berkecamuk di benak banyak orang. Sebab keduanya dituding sebagai penyebab gagal ginjal akut yang diderita anak-anak.

Saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) masih melakukan penyelidikan terkait penggunaan obat kemasan yang mengadung etilen glikol dan dietilen glikol. Hingga berita ini ditulis pada Kamis (20/10), BPOM RI belum mengeluarkan keputusan apa-apa.

Sebagai bentuk kewaspadaan, Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengimbau agar apotek dan tenaga kesehatan untuk berhenti meresepkan obat sirup pada anak. Sebab menurut Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin, jenis obat sirup yang dikonsumsi balita terkena gagal ginjal akut terbukti mengandung etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG), dan etilen glikol butil ether (EGBE).

“Seharusnya EG, DEG, dan EGBE, tidak ada atau sangat sedikit dalam obat-obatan itu,” tutur Menkes pada rilisnya.

Apa itu etilen glikol?

Menurut berbagai sumber, etilen glikol adalah senyawa pelarut organik dengan rasa manis yang kerap disalahgunakan untuk melarutkan obat. Senyawa dengan rumus kimia C₂H₆O₂ ini biasanya dipergunakan untuk menggantikan propilen glikol atau polietilen glikol.

Senyawa ini jika dikonsumsi akan mengalami oksidasi oleh enzim didalam tubuh dan menjadi glikol aldehid. Dari glikol aldehid ini bakal dioksidasi menjadi asam glikol dan membentuk asam oksalat. Senyawa terakhir inilah yang memicu pembentukan batu ginjal.

Asam oksalat ini sukar larut, terlebih jika bertemu dengan kalsium maka berubah menjadi kristal. Kristal ini bisa lari ke empedu maupun ginjal. Jika larinya ke ginjal, maka kristal tersebut akan melukai ginjal.

Kondisi pengkristalan ini lebih mudah terjadi apabila terjadi di negara dengan iklim kering. Penderita baal mudah terkena dehidrasi dan memperparah kondisi tersebut. Itulah mengapa kejadian di Gambia bisa terjadi.

Ditambah lagi kasus ini terjadi pada anak-anak yang notabene memiliki ukuran ginjal lebih kecil. Sehingga dampak yang ditimbulkan semakin parah. Sebab bukan saja merusak ginjal, namun efeknya bisa sampai ke jantung dan memicu kematian lebih cepat.

Karena bahayanya, etilen glikol dan dietilen glikol sebetulnya sudah dilarang penggunaannya oleh Food and Drugs Administrastion (FDA) alias Badan POM milik Amerika Serikat sejak 1938.